26 comments on “PERBEDAAN ANTARA MUHAMMADIYAH DAN JAMAAH TABLIGH

  1. Yg anda sebut2 JT bukan lah sebuah organisasi. tapi kami adalah orang-orang yg telah di beri hidayah oleh Allah tabaroka wata’ala untuk melakukan kerja Nubuwwah ini.
    Ini adalah kerja para nabi & rasul serta para sahabat r.hum, bukan kerja Ashabiah atau golongan.
    Jika masyrakat menganggap kami sesat itu tarbiyah bagi para da’i – da’i Allah, bukti kesesatan nya tidak ada.
    Semoga Allah ta’ala mengampuni mereka serta memberikan hidayah pada mereka untuk ikut ambil bagian dalam kerja Nubuwwah ini. Amin.

    • salah satu yang tidak saya sukai adalah menunda waktu sholat fardhu dan mendahulukan/mengutamakan kegiyatan yang lain. padahal yang benar adalah sholat fardhu dulu yang di utamakan barulah yang lain.

      • Betul, JT melakukan musyawarah dan kegiatan berjama’ah setelah selesainya sholat magrib.
        Hingga sholat Isya’ tertunda sampai seleseainya acara / kegiatan tersebut.
        Dan semua itu syah saja, karena;
        1) Rosullulloh SAW, pernah mempersiapkan pasukan perang hingga menunda waktu sholat Isya’, dan melakukan sholat Isya’ dengan berjama’ah setelah selesainya mempersiapkan pasukan perang.
        2) Waktu dalam mengerjakan sholat isya sangat panjang dari awal terbitnya awan senja sampai terbitnya fajar shidiq.
        3) Mengerjakan Sholat Isya’ Secara berjama’ah.

  2. Orang yang beriman adalah orang yang memakmurkan mesjid. Jemaah tabligh insyaallah akan selalu menjaga shalatnya d mesjid dan akan selalu berada d mesjid sampai ajal menjemput.

    • kalau begitu tolong ditata lagi , karena saya temukan jamaah tableg melakasanakan kegiatan musyawarah di musolla terus berlanjut walau sdh jelas terdengar suara Adzan, bahkan sampai mengulur waktu ber jam-jam. tepatnya di suradadi kab. Tegal. Dakwah memang muliya tetapi menunda waktu SHOLAT adalah Neraka tempatnya.

      • Tidak layak sesama orang yg ber Iman kpd ALLOH swt saling cela mencela ( JT dan MUHAMMADIYAH ). Saling Cela adalah hanya akan menggiring masuknya ke Neraka.

      • Betul, JT melakukan musyawarah dan kegiatan berjama’ah setelah selesainya sholat magrib.
        Hingga sholat Isya’ tertunda sampai seleseainya acara / kegiatan agama tersebut.
        Dan semua itu syah saja, karena;
        1) Rosullulloh SAW, pernah mempersiapkan pasukan perang hingga menunda waktu sholat Isya’, dan melakukan sholat Isya’ dengan berjama’ah setelah selesainya mempersiapkan pasukan perang.
        2) Waktu dalam mengerjakan sholat isya sangat panjang dari awal terbitnya awan senja sampai terbitnya fajar shidiq.
        3) Mengerjakan Sholat Isya’ Secara berjama’ah.

        JT, sangat ta’azim, memuliakan alim ulama dan lemah lembut terhadap mereka. Ulama pewaris para nabi dan bagai manapun mereka punya dasar masing masing dlm ijtihad ny. kami tidak fanatik golongan apalagi mencela suatu golongan, kami hanya belajar mengajak semua manusia ta’at pada Allah, dan masuk surganya Allah, SWT

  3. JT suka pelihara jenggot, muhaadiyah ga suka krn keliatan jelek (menurut mereka) padahal nabi dan pendiri mereka (muhamadiyah) semua berjenggot, kadang say berpikir mengapa mereka pake nama Muhamadiyah(pengikut Muhammad-red) padahal byk dari nabi Muhamad yg tidak mau mereka ikuti, lucu LOL

  4. yang posting harusnya ikut coba keluar minimal 3 hari supaya lebih faham, bukan dari web doank

  5. jt adalah merupakan sarana tarbiyah iman , jika jt selalu dakwah door to door itu tidak lain merupakan salah satu bentuk usaha bagaimana supaya iman itu bisa wujud dalam diri kita,saya sangat tidak setuju apabila jt di anggap sesat, justru orang yang mengklaim itulah yang sesat , karena jt senantiasa selalu menghidupkan sunnah, Allah hu akbar

  6. kalo bnar itu ajaran nubuah…yang snantiasa di lakukan nabi,,, ada nggak Dalil yang menunjukan nya???? bahwa nabi pernah keluar sekian dan sakian bulan??? di quran tu cuma ada istilah JIHAD FIE SABILILLAH,, bukan KHURUJ FIE SABILILLAH..

    • antum sibuk untuk cari dalil,yang jelas shahih aja belum anda jalankan,nabi kita pake jenggot tp anda tidak,sok pula lagi,tengok KH.AHMAD DAHLAN dia pake jenggot,anda bagaimana??? mengaku pula lagi muhammadiyah.ummat nabi cinta sunnah.jangan sibuk cari dalil,tp tengok apa yang di kerjakan selama khuruj,apa ada bertentangan dengan al-quran dan sunnah??

  7. antum sog mengku muhammadiyah??,pendiri muhammadiyah aja berteman dengan maulana ilyas.
    Semasa belajar di Mekkah, KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyyah, bersahabat dengan Maulana Muhammad Ilyas, pendiri Jamaah Tabligh – gerakan dakwah mendunia yang berpusat di New Delhi India. Demikian ditulis oleh Zaim Uchrowi dalam bukunya Authorized Biography “Muhammad Amien Rais Memimpin dengan Ruhani Ruhani (cetakan ke III, Juni 2004 hal 160).

    Di kota suci tersebut, KH Ahmad Dahlan diceritakan juga berteman dengan KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU (Nahdlatul Ulama). Kalau KH Ahmad Dahlan bersahabat dengan KH Hasyim Asy’ari, maka ada kemungkinan besar KH Hasyim Asy’ari juga kenal dan bersahabat dengan Maulana Muhammad Ilyas, karena mereka semua hidup dan pernah menimba ilmu di kota suci dalam kurun waktu yang hampir bersamaan.

    Dari foto/gambar KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari yang beredar di masyarakat, mereka berdua selalu digambarkan sebagai sosok berjenggot yang selalu mengenakan surban dan gamis, pakaian yang sekarang kayaknya asing dan jarang digunakan oleh para aktivis kedua gerakan tersebut, kecuali mungkin oleh sedikit kyai pesantren yang tinggal di kampung (mungkin dianggap tidak substansial?).

    Sementara gambar/foto Maulana Ilyas sendiri, sejauh ini tidak ada yang diedarkan (beliau juga tidak menghendakinya). Tetapi, kalau kita dilihat dari para aktivis gerakan yang beliau perintis dan dari buku-buku yang ditulis tentang beliau, penampilan beliau sehari-hari saya kira juga tidak akan jauh berbeda dari kedua tokoh tersebut.

    Dari nama gerakan yang dipakai oleh ketiga gerakan tersebut juga menunjukkan semangat yang sama untuk menghidupkan kembali agama sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Muhammadiyyah, secara harfiyah dapat diartikan sebagai pengikut Muhammad. NU (Nahdlatul Ulama) secara harfiah bermakna kebangkitan para ulama. Ulama sendiri, sebagaimana disebutkan dalam hadits, adalah pewaris para nabi dan penghulu para nabi adalah nabi Muhammad SAW.

    Sedangkan nama Jamaah Tabligh tidak lah diberikan oleh Maulana Ilyas sendiri, nama ini diberikan oleh orang lain. Maulana Ilyas sendiri tidak memberikan sebuah nama pun untuk gerakan beliau, seandainya harus ada nama, maka beliau lebih suka memberi nama gerakan ini dengan nama “Harakatul Iman” (Gerakan Iman).

    Kisah di atas adalah sekelumit contoh kecil mengenai hubungan dan persentuhan antar tokoh tiga gerakan Islam tersebut. Jika penelusuran dilakukan lebih mendalam, maka penulis yakin, antar tokoh-tokoh gerakan Islam bisa ditemukan persentuhan yang lebih luas lagi.

    Gambaran sementara orang bahwa hubungan antar berbagai gerakan Islam adalah tidak harmonis, tidak bisa bekerja sama dan saling bertentangan sama lain adalah gambaran yang terlalu dibesar-besarkan. Para tokoh pendiri gerakan sendiri memberi teladan yang sangat baik bagaimana mereka harus bergaul dan saling menghormati satu dengan lainnya.

    Sekarang ini kita hidup di jaman global dimana kita tidak mungkin hidup dalam sebuah enclave yang tertutup. Untuk memenuhi kebutuhan hidup di dunia ini kita harus berhubungan dengan orang lain, yang berasal dari negara, agama, bangsa dan bahasa yang berbeda. Maka untuk kepentingan menghidupkan kembali agama, kebutuhan untuk kerjasama satu dengan lainnya mesti lebih dibutuhkan lagi, tanpa kita harus menanggalkan identitas dan ciri khas kita masing-masing.

    Dua buah contoh sederhana dalam hal ini mungkin bisa disebutkan disini. KH Hasyim Muzadi, ketua PB NU yang sering digambarkan sangat kritis terhadap gerakan Transnasional, entah dilakukan secara sadar atau tidak, dalam sebuah kolomnya di harian Kompas pada bulan Ramadhan tahun 2006, pernah mengutip pendapat dari sebuah kitab yang dijadikan pegangan oleh para aktivis Jamaah Tabligh di seluruh dunia, yaitu kitab Fadhilah Amal-nya Maulana Zakariyya Kandahlawy. Beliau mengutip dari buku itu dalam konteks pentingnya kita memanage waktu dalam kehidupan kita, terutama kaitannya dengan bulan Ramadhan.

    Sementara itu di Yogyakarta, seorang cucu KH Ahmad Dahlan, Muhammad Iftironi, juga aktif di kegiatan Masjid Ittihad, Jalan Kaliurang Km 5,5, markaz Tabligh di Yogyakarta, beliau juga sering melakukan perjalanan dakwah keliling dari satu masjid ke masjid yang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, beliau juga lebih sering tampil dengan pakaian “kebesaran” seperti kakeknya, yaitu berbaju gamis dan bersurban. Pak Iftironi insya allah juga sedang belajar untuk menjadi pengikut Nabi Muhammad (Muhammadiyah) sejati seperti dulu yang dilakukan oleh kakeknda tercinta.

    Contoh-contoh kecil semacam itu saya kira cukup menyejukkan dan seharusnya bisa dikembangkan lebih luas lagi dalam kehidupan sehari-hari. Kalau ketiga pendiri gerakan tersebut bisa saling bersahabat dan berteman satu sama lain, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mencontohnya.

    Tantangan bagi umat Islam untuk bangkit kembali sangat berat, baik dari internal maupun eksternal. Maka saat ini bukanlah waktu yang tepat bagi kita untuk saling membesar-besarkan perbedaan, saling curiga, mencela dan saling menyebarkan fitnah satu sama lain. Marilah kita saling berfastabiqul khairat untuk mencari keridloaan Allah SWT

  8. saudara saudaraku yang mengharap surga Alloh” janganlah saling salah menyalahkan. tetapi sampaikanlah yang benar itu benar yang salah itu salah, jangan berpegang Agama dengan pendapat dan hawa nafsu, karena islam itu sudah sempurna dari Alloh melalui RosulNya.

    • Jamaah Tabligh Bertujuan memperbaiki Iman dan Takwa kpd Allah, dijaman modern saat ini banyak yg memodernisasi islam padahal islam dari dulu sampai skrg tdk pernah berubah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s